Jaturampe

Beranda » poem

Category Archives: poem

SwaTantu: Gerilya Lagi, Yuk!

anyar

Hari makin siang, mari kita bergandengan tangan, kita koyak nasib kita sendiri dengan tatapan tak kenal sangsi, sebab hidup itu adalah sebentuk perjuangan, sedang derita adalah biasa. Tantu…tantu, SwaTantu…

Iklan

Perampok Alam

12592471_921792381201303_8767819966099543584_n(Lagu Ke-6, SwaTantu)

Ilegal logging di mana-mana

Membakar hutan membuka lahan
Alam pun rusak binatang pun musnah
Itulah rakus sifat manusia
Hutan pun gundul
Hutan pun hancur
Hutan pun hilang
Hutan pun musnah
Monyet-monyet  dimana rumahnya?
Monyet-monyet hilang habitatnya!
Burung-burung mana nyanyiannya?
Burung-burung tinggal cerita!
Tanah dan batu jadi berhamburan
Terbawa banjir akibat erosi
Alam yang jadi berantakan
Rusak karena ulah manusia

Swara Tantu

12552930_10207089160419325_6117684755578006855_n

Aku masih berbaring

Menunggu pulanganmu

Meski senja

atau subuh yang terbuka

 

Dari terkaman rutin

Dari derita batin

Dari ancaman musim

 

Sebab kutahu

Kau spesies langka

Penjaga hutan

Pemikul luka-luka

 

Walau sesekali

aum dan hardikku

Kakukan waktu

Kerdilkan rindu

 

Ah..

Teruslah

Teruskan suaramu

Tulis kesetian dan cintamu

Karena itu janji

Yang kau buat

Ketika

Senja melambat

belum gelap

 

Aku

Masih setia

menunggumu…

di segenap rupa

Tantu

Fotografer: Warih Bayoung Wewe

 

Gua Urip

Ya..Rayi
Narima bae
Marang pepesthen-E Gusti
Arepa mobat-mabit
Anggonmu ngusahakake awak
Yen kersane Pangeran
Ora kesembadan
Ya ..ora kasinggihan

Suwalike
Umpama Gusti
Paring pepadhang
wujud tresna asihe
arepa adoh olehmu mlaku
arepa abot olehe lelaku
kagubet-gubet
karuwet-ruwet
ya.. bakal enggal tekan
Jare para winasis
Gedhe cilike ujian
nemtokake jugruging kanugrahan

SangSwa: Balada Tantu

kami titipkan suara dan rupa kuasa
padamu Tuan, yang duduk di kursi sana
sungguh ini kami si miskin
tak genap kami punya jiwa maskulin

kami urungkan semua penat kata-kata
gelisah, amarah, yang usik dada
kami sudah bongkok
gubug kecil bobrok
panci sudah lama tak terisi
bayi itu banyak kurang gizi

tapi kami masih punya Anda, bukan?
Bukankah tuan andalan kami
Bukankah puan pemimpin kami

terberkatilah kau, tuan
terberkatilah kau puan

https://www.youtube.com/watch?v=HqvQOhCFtjM

Boxing Days

Lebih baik ku tenggelamkan saja diriku pada kebisuan ini
Strategi, materi dan segala frustasi

Cukup bisa kunikmati dengan seksama,
karena,
semua beban berawal dari ingin
dan seringkali,
rindu berawal dari
semu

Masa Pensiun

By: Jaturampe

Mungkin aku hanya duduk-duduk saja
Menunggui mentari
hangat memencar sinar
koran pagi dan kopi
menjadi karib pelengkap hari
rasakan hidup
s’orang pensiunan tua

sesekali
waktu kusambi
dengan mengisi
TTS murah
yang kubeli dari toko sebelah

sekedar mengingat
bahwa aku pernah susah payah
menyimpan memori,
yang kini kurang dari setengah

jika bosan
kamar tak berpintu itu
kan ku tuju
lalu
nyalakan tivi
pemberian Kenang anak lakiku

kini,
di satu pagi
tekun ku buka tumpukan koran
cermati iklan dan lowongan
barangkali ada pekerjaan
yang sanggup
mewujudi mimpi-mimpi
masa tuaku
nanti